Mitos dan Fakta tentang Kegawatdaruratan



{tocify} $title={Daftar Isi}

Dok, apakah benar jika ada kecelakaan kita harus mengangkat korbannya langsung untuk dilakukan tindakan?

Nah, seperti ini kita tidak boleh langsung mengangkat korbannya ya, kita harus memeriksa kondisi korban terlebih dahulu, untuk mengetahui apakah ada patah tulang ataupun luka robek. 

Jika terjadi patah tulang yang tidak langsung diketahui, dan kita memindahkan pasien dengan tergesa tanpa persiapan, maka korban dapat mengalami kondisi yang lebih parah. 

Cara efektif meredakan mimisan dengan menyandarkan tubuhnya ke belakang, benar atau tidak ya dok?

Nah perlu kamu ketahui, tindakan ini malah bisa menyebabkan seseorang menelan darah atau bahkan bisa tersedak. 

Sebaliknya, cara terbaik adalah posisi tubuh harus bungkuk ke depan sambil mencubit hidung tepat di bawah tulang hidung dan tahan 5-10 menit. Jika perdarahan tidak berhenti setelah setengah jam, mintalah bantuan medis. 

Dok, apakah benar alkohol untuk membersihkan luka?

Sebaiknya hindari menggunakan cairan alkohol pada luka terbuka ya… Membersihkan luka menggunakan cairan alkohol memang efektif untuk mencegah pertumbuhan bakteri di luka. Namun, zat ini tidak boleh digunakan untuk membersihkan luka. Sebab menggunakan alkohol untuk membersihkan luka bisa memicu kerusakan pada jaringan kulit yang sehat dan membuat proses penyembuhan luka menjadi lebih lama. Bila ada luka, dapat dibersihkan dengan air bersih mengalir dan betadine. Obat merah dan rivanol saat ini sudah tidak dianjurkan. 

Dok, katanya saat kaki kita terkilir harus langsung dilakukan pijatan ya dok?

Perlu kamu ketahui, pijatan saat terkilir merupakan hal yang berbahaya lho…  

Jika korban ternyata mengalami patah tulang, pijatan justru memperparah kondisi. Hal yang sebaiknya dilakukan adalah

  • Mengikat bagian yang terkilir dengan perban atau kasa untuk mengurangi tekanan pada bagian yang terkilir
  • Setelah dilakukan, jangan lupa untuk merujuk korban ke fasilitas kesehatan
  • Yang dapat dilakukan saat terkilir adalah RICE: 

    1. Rest (istirahatkan)
    2. Ice (kompres dingin)
    3. Compression (balut atau perban)
    4. Elevation (Posisikan bagian yang cedera lebih tinggi dari posisi jantung)

Ok, memberikan sandaran lebih tinggi saat seseorang pingsan merupakan cara yang tepat ya!

Hati-hati memberikan sandaran atau mengubah posisi pada pasien yang pingsan, apalagi kalau kita tidak tahu penyebab pingsannya. 

Pada kasus pingsan, pertama tetap gunakan prinsip AVPU (kesadaran, respon suara, respon nyeri, tidak ada respon) ya…. 

Sebaiknya berikan tatakan lebih tinggi pada bagian kaki ya untuk membantu sirkulasi darah ke arah kepala. 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama